Sabtu, 05 November 2011

Latar belakang
Pada bulan November 1949, dinas rahasia militer Belanda menerima laporan, bahwa Westerling telah mendirikan organisasi rahasia yang mempunyai pengikut sekitar 500.000 orang. Laporan yang diterima Inspektur Polisi Belanda J.M. Verburgh pada 8 Desember 1949menyebutkan bahwa nama organisasi bentukan Westerling adalah "Ratu Adil Persatuan Indonesia" (RAPI) dan memiliki satuan bersenjata yang dinamakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Pengikutnya kebanyakan adalah mantan anggota KNIL dan yang melakukan desersi dari pasukan khusus KST/RST. Dia juga mendapat bantuan dari temannya orang Tionghoa, Chia Piet Kay, yang dikenalnya sejak berada di kota Medan.
Pada 5 Desember malam, sekitar pukul 20.00 Westerling menelepon Letnan Jenderal Buurman van VreedenPanglima Tertinggi Tentara Belanda, pengganti Letnan Jenderal Spoor. Westerling menanyakan bagaimana pendapat van Vreeden, apabila setelah penyerahan kedaulatan Westerling berencana melakukan kudeta terhadap Sukarno dan kliknya. Van Vreeden memang telah mendengar berbagai kabar, antara lain ada sekelompok militer yang akan mengganggu jalannya penyerahan kedaulatan. Juga dia telah mendengar mengenai kelompoknya Westerling.
Jenderal van Vreeden, sebagai yang harus bertanggung-jawab atas kelancaran "penyerahan kedaulatan" pada 27 Desember 1949, memperingatkan Westerling agar tidak melakukan tindakan tersebut, tapi van Vreeden tidak segera memerintahkan penangkapan Westerling.
[sunting]Surat ultimatum
Pada hari KAmis tanggal 5 Januari 1950, Westerling mengirim surat kepada pemerintah RIS yang isinya adalah suatu ultimatum. Ia menuntut agar Pemerintah RIS menghargai negara-negara bagian, terutama Negara Pasundan serta Pemerintah RIS harus mengakui APRA sebagai tentara Pasundan. Pemerintah RIS harus memberikan jawaban positif dalm waktu 7 hari dan apabila ditolak, maka akan timbul perang besar.
Ultimatum Westerling ini tentu menimbulkan kegelisahan tidak saja di kalangan RIS, namun juga di pihak Belanda dan dr. H.M. Hirschfeld (kelahiran Jerman), Nederlandse Hoge Commissaris (Komisaris Tinggi Belanda) yang baru tiba di Indonesia. Kabinet RIS menghujani Hirschfeld dengan berbagai pertanyaan yang membuatnya menjadi sangat tidak nyaman. Menteri Dalam Negeri Belanda, Stikker menginstruksikan kepada Hirschfeld untuk menindak semua pejabat sipil dan militer Belanda yang bekerjasama dengan Westerling.
Pada 10 Januari 1950, Hatta menyampaikan kepada Hirschfeld, bahwa pihak Indonesia telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Westerling. Sebelum itu, ketika A.H.J. Lovink masih menjabat sebagai Wakil Tinggi Mahkota Kerajaan Belanda, dia telah menyarankan Hatta untuk mengenakan pasal exorbitante rechten terhadap Westerling. Saat itu Westerling mengunjungi Sultan Hamid II di Hotel Des IndesJakarta. Sebelumnya, mereka pernah bertemu bulan Desember 1949. Westerling menerangkan tujuannya, dan meminta Hamid menjadi pemimpin gerakan mereka. Hamid ingin mengetahui secara rinci mengenai organisasi Westerling tersebut. Namun dia tidak memperoleh jawaban yang memuaskan dari Westerling. Pertemuan hari itu tidak membuahkan hasil apapun. Setelah itu tak jelas pertemuan berikutnya antara Westerling dengan Hamid. Dalam otobiografinya, Mémoires, yang terbit tahun 1952, Westerling menulis, bahwa telah dibentuk Kabinet Bayangan di bawah pimpinan Sultan Hamid II dari Pontianak, oleh karena itu dia harus merahasiakannya.
Pertengahan Januari 1950, Menteri UNI dan Urusan Provinsi Seberang Lautan, Mr. J.H. van Maarseven berkunjung ke Indonesia untuk mempersiapkan pertemuan Uni Indonesia-Belanda yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 1950. Hatta menyampaikan kepada Maarseven, bahwa dia telah memerintahkan kepolisian untuk menangkap Westerling.
Ketika berkunjung ke Belanda, Menteri Perekonomian RIS Juanda pada 20 Januari 1950 menyampaikan kepada Menteri Götzen, agar pasukan elit RST yang dipandang sebagai faktor risiko, secepatnya dievakuasi dari Indonesia. Sebelum itu, satu unit pasukan RST telah dievakuasi ke Ambondan tiba di Ambon tanggal 17 Januari 1950. Pada 21 Januari Hirschfeld menyampaikan kepada Götzen bahwa Jenderal Buurman van Vreeden dan Menteri Pertahanan Belanda Schokking telah menggodok rencana untuk evakuasi pasukan RST.
[sunting]Desersi
Pada 22 Januari pukul 21.00 dia telah menerima laporan, bahwa sejumlah anggota pasukan RST dengan persenjataan berat telah melakukan desersi dan meninggalkan tangsi militer di Batujajar.
Mayor KNIL G.H. Christian dan Kapten KNIL J.H.W. Nix melaporkan, bahwa kompi "Erik" yang berada di Kampemenstraat malam itu juga akan melakukan desersi dan bergabung dengan APRA untuk ikut dalam kudeta, namun dapat digagalkan oleh komandannya sendiri, Kapten G.H.O. de Witt. Engles segera membunyikan alarm besar. Dia mengontak Letnan Kolonel TNI Sadikin, Panglima Divisi Siliwangi. Engles juga melaporkan kejadian ini kepada Jenderal Buurman van Vreeden di Jakarta.
Antara pukul 8.00 dan 9.00 dia menerima kedatangan komandan RST Letkol Borghouts, yang sangat terpukul akibat desersi anggota pasukannya. Pukul 9.00 Engles menerima kunjungan Letkol. Sadikin. Ketika dilakukan apel pasukan RST di Batujajar pada siang hari, ternyata 140 orang yang tidak hadir. Dari kamp di Purabaya dilaporkan, bahwa 190 tentara telah desersi, dan dari SOP di Cimahi dilaporkan, bahwa 12 tentara asal Ambontelah desersi.
[sunting]Kudeta
Namun upaya mengevakuasi Regiment Speciale Troepen (RST), gabungan baret merah dan baret hijau telah terlambat untuk dilakukan. Dari beberapa bekas anak buahnya, Westerling mendengar mengenai rencana tersebut, dan sebelum deportasi pasukan RST ke Belanda dimulai, pada23 Januari 1950, Westerling melancarkan kudetanya. Subuh pukul 4.30, Letnan Kolonel KNIL T. Cassa menelepon Jenderal Engles dan melaporkan: "Satu pasukan kuat APRA bergerak melalui Jalan Pos Besar menuju Bandung."
Westerling dan anak buahnya menembak mati setiap anggota TNI yang mereka temukan di jalan. 94 anggota TNI tewas dalam pembantaian tersebut, termasuk Letnan Kolonel Lembong, sedangkan di pihak APRA, tak ada korban seorang pun.
Sementara Westerling memimpin penyerangan di Bandung, sejumlah anggota pasukan RST dipimpin oleh Sersan Meijer menuju Jakarta dengan maksud untuk menangkap Presiden Soekarno dan menduduki gedung-gedung pemerintahan. Namun dukungan dari pasukan KNIL lain dan Tentara Islam Indonesia (TII) yang diharapkan Westerling tidak muncul, sehingga serangan ke Jakarta gagal dilakukan.
Setelah puas melakukan pembantaian di Bandung, seluruh pasukan RST dan satuan-satuan yang mendukungnya kembali ke tangsi masing-masing. Westerling sendiri berangkat ke Jakarta, dan pada 24 Januari 1950 bertemu lagi dengan Sultan Hamid II di Hotel Des Indes. Hamid yang didampingi oleh sekretarisnya, dr. J. Kiers, melancarkan kritik pedas terhadap Westerling atas kegagalannya dan menyalahkan Westerling telah membuat kesalahan besar di Bandung. Tak ada perdebatan, dan sesaat kemudian Westerling pergi meninggalkan hotel.
Setelah itu terdengar berita bahwa Westerling merencanakan untuk mengulang tindakannya. Pada 25 Januari, Hatta menyampaikan kepada Hirschfeld, bahwa Westerling, didukung oleh RST dan Darul Islam, akan menyerbu Jakarta. Engles juga menerima laporan, bahwa Westerling melakukan konsolidasi para pengikutnya diGarut, salah satu basis Darul Islam waktu itu.
Aksi militer yang dilancarkan oleh Westerling bersama APRA yang antara lain terdiri dari pasukan elit tentara Belanda, menjadi berita utama media massa di seluruh dunia. Hugh Laming, koresponden Kantor Berita Reuters yang pertama melansir pada 23 Januari 1950 dengan berita yang sensasional. Osmar White, jurnalis Australia dari Melbourne Sunmemberitakan di halaman muka: "Suatu krisis dengan skala internasional telah melanda Asia Tenggara." Duta Besar Belanda di Amerika Serikat, van Kleffens melaporkan bahwa di mata orang Amerika, Belanda secara licik sekali lagi telah mengelabui Indonesia, dan serangan di Bandung dilakukan oleh "de zwarte hand van Nederland" (tangan hitam dari Belanda).
[sunting]Rujukan
§  Kahin, George McTurnan (1952). Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca, N.Y.: Cornell University Press. ISBN 0-8014-9108-8.
§  Westerling, Raymond Paul Pierre (1952) (dalam bahasa Perancis). Mes aventures en Indonesie. – diterjemahkan dari bahasa Perancis ke Inggris oleh Waverley Root sebagai –Challenge to terror. London: W. Kimber.

Selasa, 25 Oktober 2011

Macam kecap kantetan


Kecap Kantetan

            Nya eta kecap anu diwangun ku dua kecap atawa leuwih anu
dikantetkeun sarta ngandung harti mandiri anu beda jeung unsur-unsur
pangwangunana. Kecap kantetan dibedakeun jadi dua rupa, nya eta :

A.      Kecap Kantetan Rakitan Dalit (komposium)

Ciri-cirina : 1). unsur-unsurna can awor pisan, 2). Nulisna dikantetkeun

Contona : Panonpoe, mataholang, kacapiring, parahulu, rajakaya jrrd.

B.      Kecap Kantetan Rakitan Anggang (aneksi)
C.      Ciri-cirina : 1). Unsur-unsurna can awor pisan, 2). Harti eta kecap
kantetan masih keneh bisa dititenan tina unsur-unsur pangwanguna, 3).
Nulisna dipisahkeun.

Contona : koneng gede, kacang panjang, indung bapa, mata simeuteun, pondok
lengkah, kamar mandi, gede hulu, jrrd.

 

5. Kecap Wancahan

            Nya eta kecap anu asalna meunang mondokkeun tina sakecap atawa
leuwih tapi lain tina kalimah, pangna dipondokkeun aya sababaraha sabab :

A.      Lantaran deudeuh : Geulis jadi Lis, Neulis, Euis.
B.      Rusuh nyebutna/gancang : Atuh da jadi Atuda, tuda; Matak tea oge
jadi Taktage; Ceuk uing oge jadi Cekengge, jrrd.

 

6. Kecap Memet

            Nya eta kecap anu asalna tina hiji omongan tuluy dicandak
sawatara engangna nu dianggap penting. Contona : Comro, Misro, Cireng,
Gulamet, Sukri, jrrd.

Salain kecep memet aya oge anu disebat Kirata, nyaeta dikira-kira tapi
nyata, contona : geksor, durcong, guru, jrrd.

 

(tu bi kontinyud…)

(Dicutat sagemblengna ti : Unak-Anik Basa Sunda, ku : Dedi, Spd.)

 

Ahmad Sopiani
Package Team

R & D Group
AV Factory

LG Electronics Indonesia
Block G MM 2100 Industrial Town
Cibitung - Bekasi 17520, West Java, Indonesia
Mail : [EMAIL PROTECTED]
Tel  : +62-21-8989418
LG전자

 

  _____  

From: urangsunda@yahoogroups.com [EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Ahmad Sopiani
Sent: Tuesday, August 07, 2007 8:11 AM
To: urangsunda@yahoogroups.com
Subject: [Urang Sunda] Adegan Basa (bagian 1.0)

 

A.      Tata Wangunan Kecap

Wangunan kecap aya 6 rupa, nya eta :

1.      Kecap Asal
2.      Kecap Rundayan
3.      Kecap Rajekan
4.      Kecap Kantetan
5.      Kecap Wancahan
6.      Kecap Memet

 

1.      Kecap Asal

Kecap Asal nya eta sakur kecap anu teu acan diropea wangunanana, tawa kecap
weuteuh anu heunteu dirarangkenan. Conto na : sangu, lumpat, bodas, jalma,
kuda, jrrd.

 

2.      Kecap Rundayan

Nyaeta kecap asal anu make rarangken.

Rarangken aya 4 rupa, nya eta :

1.      Rarangken hareup (frefiks); n, m, ny, pa, pang, sa, si, ti, ng, di,
ka, mang, ba, nyang, pra, pri, per, pada, para, silih, barang.
2.      Rarangken tengah (infiks); ar, al, um, in
3.      Rarangken Tukang (sufiks); an, ana, eun, keun, ing, ning
4.      Rarangken barung (konfiks); pang-keun, di-keun, di-an, sa-eun, pi-
keun, di-al-keun, pang-ar-keun.

Kecap asal anu geus dirarangkenen harti jeung fungsina jadi sewang-sewangan

 

3.      Kecap Rejekan

Nya eta kecap anu diucapkeun dua kali atawa leuwih,, sabagean atawa
sagemblengna, robah sorana atawa heunteu. Kecap Rajekan aya sababaraha
rupa, nyaeta :

A.      Dwipurwa

Dwipurwa asal kecapna tina dwi=dua; purwa=mimiti, hartina engang (unsur) nu
mimiti diucapkeun dua kali, conto : cabok=cacabok, tajong=tatajong, jrrd.

B.      Dwilingga

Nya eta nu dirajek sagemblengna kecap, aya anu robah, aya nu teu robah sora
na. Nu teu robah sorana disebut dwimurni, nu robah sorana disebut dwireka.

1, dwimurni, contona :

a. Nuduhkeun loba : bangku-bangku, jalma-jalma, jrrd.

b. Rupa-rupa, sarua sifatna : amis-amis, pait-pait.

c. Lila milampahna : nimbang-nimbang, mikir-mikir,

d. Nuduhkeun siga : siku-siku, kuda-kuda.

e. Nuduhkeun hanjakal : geulis-geulis, kasep-kasep.

2. dwireka, contona :

a. Nuduhkeun rupa-rupa : unak-anik, tulang-taleng.

b. Leuwih ti sakali migawena : luak-lieuk, tumpa-tempo, kubat-kobet.

c. Nuduhkeun leuwih ti hiji : jul-jol, cug-ceg, sur-sor.

3. Dwisasana; kecap anu dirajek engang pangtungtungna.

Contona : pudigdig, cikikik, cakakak.

 

C.      Trilingga

Disebut trilingga sabab disebutna tilu kali bari jeung robah sorana.

Contona : dag-dig-dug, hak-hik-hek, pak-pik-pek, jrrd.

 

(tu bi kontinyud…)

 

(Dicutat sagemblengna ti : Unak-Anik Basa Sunda, ku : Dedi, Spd.)

 

Ahmad Sopiani
Package Team

Kamis, 20 Oktober 2011

Dengki

Kebanyakkan dari setiap manusia pasti ada yang pernah dengki (Astagfirullah jangan jangan saya juga). Ketahuilah dengki itu bagaikan penyakit kronis yang menggerogoti hati kita jiwa kita tubuh kita.Orang yang dengki pasti merasa panas hatinya ketika melihat orang lain bahagia , mendapat nikmat.lalu bagaimana caranya untuk menghilangkan sifat dengki itu? Yang saya pikirkan bila saya sedang merasa dengki cukup 2 hal yaitu:
  • Kalau seandainnya si A itu ahli surga percuma saya dengki padanya karena nantinya dia akan bahagia di akhirat nanti
  • Kalau seandainya si A itu ahli neraka percuma juga saya dengki ke dia toh nantinya juga dia tersiksa di neraka
Lalu bagaimana jika ada orang yang dengki dengan kita?
Jangan dihiraukan kita cukup berdo`a agar dia dibukakan hatinya dan bacalah surat Al-Falaq pagi:05.00 siang:12.00 sore:15.00 malam:18.00 dan sebelum tidur
Barang siapa mempunyai obsesi cita cita dan tujuan hidup pada akhirat maka dunia ini datang padanya seakan akan dalam keadaan hina karenatujuan orang tersebut adalah akhirat
barang siapa mempunyai obsesi, cita cita dan tujuan hidupnya pada dunia maka kelak ketika dia mati dia akan merasa tersiksa
Kesimpulannya ya jangan jadi manusia pendengki.

Senin, 17 Oktober 2011

Banjir

Banjir.
Sebuah banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.[1] Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.[2] Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.[3]
Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.
Mitos banjir besar adalah kisah mitologi banjir besar yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menghancurkan suatu peradaban sebagaipembalasan agung dan sering muncul dalam mitologi berbagai kebudayaan di dunia.



Jenis dan penyebab utama

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/15/BDF0.jpg/250px-BDF0.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Lusinan desa terendam ketika hujan meluapkan sungai di barat laut Bangladesh pada awal Oktober 2005. Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) di satelit Terra NASAmenangkap citra banjir Sungai Ghaghat dan Atrai pada 12 Oktober 2005. Sungai biru gelap tersebar di seluruh pedesaan pada citra banjir ini.

Sungai

§  Lama: Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai. Diakibatkan hujan deras monsun, hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang mempengaruhi salju. Rintangan drainase tidak terduga seperti tanah longsor, es, atau puing-puing dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.
§  Cepat: Termasuk banjir bandang akibat curah hujan konvektif (badai petir besar) atau pelepasan mendadak endapan hulu yang terbentuk di belakang bendungan, tanah longsor, atau gletser.

Muara

§  Biasanya diakibatkan oleh penggabungan pasang laut yang diakibatkan angin badai. Banjir badai akibat siklon tropis atau siklon ekstratropis masuk dalam kategori ini.

Pantai

§  Diakibatkan badai laut besar atau bencana lain seperti tsunami atau hurikan). Banjir badai akibat siklon tropis atau siklon ekstratropismasuk dalam kategori ini.

Malapetaka

§  Diakibatkan oleh peristiwa mendadak seperti jebolnya bendungan atau bencana lain seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi).

Manusia

§  Kerusakan tak disengaja oleh pekerja terowongan atau pipa.

Lumpur

§  Banjir lumpur terjadi melalui penumpukan endapan di tanah pertanian. Sedimen kemudian terpisah dari endapan dan terangkut sebagai materi tetap atau penumpukan dasar sungai. Endapan lumpur mudah diketahui ketika mulai mencapai daerah berpenghuni. Banjir lumpur adalah proses lembah bukit, dan tidak sama dengan aliran lumpur yang diakibatkan pergerakan massal.

Lainnya

§  Banjir dapat terjadi ketika air meluap di permukaan kedap air (misalnya akibat hujan) dan tidak dapat terserap dengan cepat (orientasi lemah atau penguapan rendah).
§  Rangkaian badai yang bergerak ke daerah yang sama.
§  Berang-berang pembangun bendungan dapat membanjiri wilayah perkotaan dan pedesaan rendah, umumnya mengakibatkan kerusakan besar.

Dampak

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a1/Alicante%2830-09-1997%29.JPG/250px-Alicante%2830-09-1997%29.JPG
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Banjir Mediterania di Alicante (Spanyol), 1997.

Dampak primer

§  Kerusakan fisik - Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal.

Dampak sekunder

§  Persediaan air  Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka.
§  Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air.
§  Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen.[4] Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
§  Pepohonan' - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.[5]
§  Transportasi - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.

Dampak tersier/jangka panjang

§  Ekonomi - Kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.